banner 728x250

Tetap Optimis Cerdaskan Anak Bangsa Kota Pariaman, Meski Tak Diacuhkan Pemerintah Daerah

  • Bagikan
Tetap Optimis Cerdaskan Anak Bangsa Kota Pariaman, Meski Tak Diacuhkan Pemerintah Daerah
banner 468x60

PARIAMAN, MEDGO.ID – Pendidikan sangat diperlukan untuk Generasi Muda zaman sekarang, tanpa adanya pendidikan, masa depan akan terasa lebih sulit dan lebih sangat menantang. Namun, keinginan yang terkendala ekonomi sangat banyak dirasakan dikalangan masyarakat.

Demi meringankan beban masyarakat, Di Pariaman berdiri sebuah Paud zam-zam yang pada bulan Mei tahun 2014 lalu. Dasar berdirinya lembaga tersebut karena di Pesisir Pantai Pariaman, banyak anak – anak usia dini yang masih berkeliaran disekitar rumah dan tata cara kehidupan, prilaku maupun bahasa mereka yang seperti orang dewasa.

banner 336x280

Pepatah “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian” memang sangat dirasakan Suryana Sari (41) selaku pimpinan sekaligus guru di PAUD Zam-Zam, bagaimana tidak untuk mengontrak tempat PAUD sendiri pun Sari harus berhutang terlebih dahulu. Tidak sampai disitu biaya yang didapat Rp. 8.000.000-, per bulan, namun biaya tersebut pun tidak mencukupi untuk seluruh biaya yang dibutuhkan PAUD tersebut.

Beranjak dari kondisi seperti itu, Sari (41) sangat bersemangat untuk membuka sebuah lembaga pendidikan yaitu PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Lembaga pendidikan yaitu PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Awal berdirinya Paud Zam-Zam di Desa Pauh Barat, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Dimana PAUD ini berdiri dengan mengontrak rumah kosong, kemudian beroperasi dengan mengangkat guru-guru melalui proses perekrutan.

Selang satu tahun berjalan, PAUD Zam-Zam sudah bisa membuat program-program yang dibutuhkan masyarakat, sehingga sampai saat sekarang ini PUD Zam-Zam untuk Kota Pariaman sudah dikenal oleh masyarakat luas.

Adapun program-program yang sudah dilakukan selama enam tahun, untuk pengabdian kemasyarakat yaitu memberikan gratis pendidikan anak usia dini bagi masyarakat disekitar sekolah berada dan untuk Kota Pariaman pada umumnya.

Dari Segi subsidi sampai sekarang bantuan untuk keluarga yang tidak mampu ditalangi oleh PAUD Zam-Zam meskipun ditengah Pandemi melanda seluruh kalangan masyarakat. Namun walaupun di tengah Pandemi PAUD masih tetap bertahan meski harus melakukan usaha lain seperti berdagang untuk mempertahankan Lembaga ini.

Program setiap tahun yang dijalani yaitu berbagi sembako, dimana sembako tersebut didapatkan dari infak anak setiap hari, selama satu tahun infak tersebut dikumpulkan dan kemudian ditambah dengan sedekah infak dari orang tua murid, serta juga mencari donatur-donatur lain baik di pihak keluarga, teman maupun donatur lainnya yang ingin membantu program pembagian sembako ini.

“Alhamdulillah, tahun kemaren kota bisa membagikan 100 paket sembako, awal pertama hanya bisa mendapatkan 30 paket saja, namun tahun- tahun mengalami peningkatan”. Ujar Suryana Sari sembari dengan rasa syukur yang dipanjatkannya.

Prestasi-prestasi yang diraih anak didik pun sangat baik sekali, baik itu ditingkat kota maupun provinsi sudah pernah mereka raih. Tidak hanya murid, guru yang mengajar di PAUD zam -zam pun sudah banyak meraih prestasi, tidak berhenti sampai disitu PAUD zam-zam akan berusaha menjadi PAUD yang berkualitas.

PAUD zam-zam menjadi pusat sentral belajar bagi guru-guru, yang ada diKecamatan Pariaman Tengah, yaitu jadi Pusat PKG, dan para guru disana pun sudah beberapa kali mengikuti magang diluar Sumbar, seperti ke Semarang dan Bandung, dan ilmu yang didapat disana digunakan untuk meningkatkan mutu sekolah.

Jumlah anak didik untuk Pandemi ini mengalami penurunan, sekarang untuak anak Usia TK (Taman Kanak-kanak) dan KB ada sebanyak 36 orang, dan disini juga ada program layanan TPA (Tempat Penitipan Anak). Penurun selama pandemi lebih kurang ada sekitar 40 persen. Jumlah guru ada 10 orang, disana sudah termasuk bagian kebersihan dan bagian dapur

Namun, Sari sangat menyayangkan, begitu banyak prestasi yang diraihnya, pemerintah Kita Pariaman berasa tak acuh dengan perjuangan Sari, sampai ia patah semangat karena merasa berjuang sendiri. Tapi, melihat anak-anak kekurangan ilmu ia merasa tidak tega untuk menyerah hingga harus bangkit kembali untuk memperjuangkan anak-anak didiknya.

“Kami berharap pemerintah Kota Pariaman memberikan perhatian lebih kepada pendidikan anak-anak usia dini apalagi seperti saat-saat sekarang ini”. Tukas Sari sembari mengakhiri pembicaraan penuh dengan rasa harap.(Rahmi)

Editor : Surya Hadinata

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *