Tanggap Darurat Pandemi Covid-19 Terhadap Perekonomian Masyarakat, DPRD Agam Gelar Rapat Evaluasi

297
Rapat Online Yang Digelar Oleh Komisi II DPRD kabupaten Agam Bersama OPD

Agam, (MEDGO.ID) – Mendengar uraian yang disampaikan masing-masing kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rapat Evaluasi Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam, Ketua Komisi II Rizki Abdillah Fadhal, mengapresiasi langkah-langkah Pemerintah Daerah dalam mengantisipasi kondisi Ekonomi masyarakat pada masa tanggap darurat Covid-19 (Virus Corona) ini, Selasa (21/04).

“Cadangan beras kita di Bulog masih ada sekitar 8,7 Ton lagi, yang nanti akan kita bagikan kepada masyarakat terdampak sesuai kebutuhannya, disamping itu juga masih ada stock bantuan beras dari Provinsi sekitar 40 Ton yang belum diambil”, ungkap Ermanto, S.Pi.,M.Si Kepala Dinas kelautan dan Perikanan ketika rapat.

Kepala Dinas kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam telah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Trinda Farhan Satria, ST.,MT Datuak Tumangguang Putiah untuk meminta bantuan bibit ikan dari Komisi II sebanyak 1 juta ekor, demi memenuhi kebutuhan pokok protein masyarakat ketika pandemi ini belum berhenti sampai 3 bulan kedepan.

Ir. Arief Restu, M.Si selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam juga senada dengan apa yang disampaikan Ermanto, bahwa stock pangan cukup untuk 3 (tiga) bulan kedepan, namun petani mengharapkan agar tidak berhenti bekerja dan mengalihkan kegiatan pertaniannya ke tanaman-tanaman muda yang bersifat pokok untuk masyarakat.

Noveri Edios mempertanyakan pemasaran produk pertanian. “Jika stock pangan belum memadai ditengah kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang besok akan dimulai tepatnya pada hari rabu (22/04), tentu saja membatasi ruang gerak dan jual beli masyarakat di pasar”. Ujarnya.

Fatimah, S.Sos, M.Si Kepala Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Koperindag-UKM) Kabupaten Agam, ketika rapat menyampaikan bahwa tim beliau secara teknis akan mendata pedagang dan membuat penjualan online antar alamat, agar bisa diterima masyarakat tanpa harus pergi ke pasar. Meskipun menutup pasar secara total cukup sulit dikarenakan beberapa masyarakat lebih cenderung langsung ke pasar untuk membeli kebutuhan pokok.

Menanggapi itu Rizki bersama rekan-rekan Komisi II DPRD Kabupaten Agam yang hadir, bersepakat untuk siap mensupport semua program tersebut, dengan beberapa masukan. Pertama, Agar ketersediaan pangan terpenuhi, perlu juga diiringi dengan stok pupuk agar kegiatan pertanian tidak terhambat.

Kedua, Pasar diharapkan dikontrol ketat oleh dinas terkait untuk mengikuti protokol PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dengan memberikan alternatif alternatif baru bagi masyarakat untuk berbelanja.

Ketiga, Pada bulan Ramadhan ini pasar Perbukaan ditiadakan, jika ada lebih baik dilaksanakan secara online atau cukup dibuka dekat rumah masing-masing pedagang agar tidak terjadi terlalu banyak kerumunan.

Keempat, Direktur PDAM kita harapkan bisa mengkaji bersama Pemerintah Daerah (Pemda) kemungkinan pengurangan beban bea air bagi masyarakat ditengah pandemi ini, mungkin seperti memberikan Subsidi Silang, dan sebagainya. Namun yang lebih penting adalah perbaikan pelayanan seperti air agar tidak sering mati dan kualitasnya memang baik dan bisa dipakai untuk air minum.

Kelima, Dinas Koperindag-UKM diminta bisa memantau stock BBM dan Elpiji bagi masyarakat selama bulan Ramadhan, dengan turunnya minyak mentah dunia tentunya kita berharap BBM dan Elpiji juga turun demi memudahkan masyarakat selama pandemi Covid-19 ini belum selesai.

Diakhir sesi rapat Rizki menghimbau agar Pemda bersama DPRD bersinergi untuk bahu membahu membantu masyarakat, agar masa PSBB ini cepat selesai dan masyarakat bisa menjalankan aktifitasnya secara normal kembali. (Hendra Firmanto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here