Tak Peduli Hujan dan Badai, Ribuan Mahasiswa Bukittinggi Konsisten Orasi Tolak Omnibus Law

131

Bukittinggi, (MEDGO.ID) – Aksi massa mewarnai sebagian jalanan di kota Bukittinggi. Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bukittinggi beserta Serikat Buruh Indonesia ini mulai bergerak semenjak pukul 14.00 WIB dari titik kumpul Lapangan Kantin, Kota Bukittinggi, Jumat (09/10).

Puluhan spanduk dengan tulisan-tulisan yang menyuarakan aspirasi dan penolakan UU Tenaga Kerja Omnibus Law nampak terpampang meriah diatas gemparan semangat ratusan mahasiswa.

seperti yang terlihat di unggahan live Medgo sumbar di jejaring sosial Facebook berikut ini:

Posted by Medgo Sumbar on Friday, 9 October 2020

Tak peduli guyuran hujan yang turun tak henti-hentinya, para aksi dengan semangat yang menggebu-gebu mendengarkan orator berorasi diatas mobil dengan pengeras suara. Tak peduli apapun keadaanya, hingga berita ini dibuat pukul 16.35 WIB tampak diantara mereka jatuh pingsan didalam barisan aksi damai tersebut demi membela kepentingan bangsa.

“Kami mahasiswa beserta seluruh rakyat meminta, tolong sampaikan kepada pemerintah pusat untuk mencabut UU Omnibus Law”, ucap salah seorang orator dengan penuh semangat.

Bukan hanya mahasiswa Bukittinggi, gerakan Tolak Omnibus Law ini juga diisi oleh mahasiswa luar daerah seperti ISI Padang Panjang, Unand, dan lain sebagainya. Bahkan turut hadir mahasiswa dari luar provinsi Sumatra Barat seperti UNRI, UIN Suska Riau, beserta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Suasana pada saat aksi sempat memanas mendengarkan orator yang membangkitkan gairah emosi ketidakadilan, meski tidak terjadi bentrok antara pendemo dengan aparat. Ratusan aparat kepolisian beserta TNI diturunkan untuk mengamankan aksi Tolak Omnibus Law.

Ada tujuh tuntutan yang sudah disediakan para aksi untuk dibawa menuju DPRD Bukittinggi, selain mengenai penolakan Omnibus Law juga diantaranya pada tuntutan terakhir berbunyi, “jika tuntutan tidak dilaksanakan, maka akan ada aksi lanjutan!!”.

Aksi berjalan lancar hingga selesai, massa bisa menjaga ketartiban disaat demo tengah berlangsung, hingga massa mulai meninggalkan lokasi gedung DPRD Kota Bukittinggi, dengan tetap teratur menjalankan protokol Covid-19. (Ayu)
Editor : Surya Hadinata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here