banner 728x250

Push Angka Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Pemkot Pariaman Canangkan UPTD PPA

  • Bagikan
Ilustrasi : Push Angka Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Pemkot Pariaman Canangkan UPTD PPA
banner 468x60

PARIAMAN, MEDGO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman mencanangkan membuat Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) pada 2021 untuk menekan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Pariaman, Sumatera Barat, senin (04/01).

“UPTD ini yang akan langsung menjangkau permasalahan perempuan dan anak di Kota Pariaman”, kata Kepala Dinas pemberdayaan perempuan, Perlindungan anak dan keluarga Berencana Kota Pariaman, Nazifah di Pariaman.

banner 336x280

Ia menyampaikan pihaknya telah menyosialisasikan terkait perlindungan perempuan dan anak yang tidak saja di tingkat pemerintah desa, namun juga di keseluruhan Sekolah serta keluarga di Pariaman, tambahnya sosialisasi tersebut tidak saja dilakukan oleh Pemkot Pariaman melalui Dinas terkait namun juga Pemerintah Desa.

“Penurunan tersebut karena Pemkot Pariaman rutin melaksanakan sosialisasi ke desa-desa,” kata Ketua Lembaga Perlindungan Korban Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (LPKTPA) unit rumah perlindungan Sosial Anak Kota Pariaman, Fatmiyeti Khahar.

Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Pariaman disebabkan karena kontrol emosi dan pemahaman Agama warga yang mulai menipis.

Meskipun telah menurunya angka kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Pariaman, namum menurutnya perlu upaya lainnya agar kasus tersebut semakin rendah, hal tersebut dapat dilakukan dengan adanya UPTD PPA yang akan langsung manjangkau permasalahan terhadap Perempuan dan Anak.

“Rencana membuat UPTD PPA telah kami masukan ke bagian organisasi untuk disetujui Pimpinan, mudah-mudahan di Januari 2021 disetujui”, katanya.

Ia mengajak seluruhan lapisan masyarakat untuk peduli dan berpartisipasi untuk menekan terjadinya kekerasan terhadap Perempuan dan anak.

“Soal melapor ke pihak terkait ini yang masih masalag tabu, menganggap aib dan soal pribadi, Hal ini harus dihilangkan. Kami meminta seluruh lapisan masyarakat menjadi pelopor dan pelapor untuk menekan kasus kekerasan Perempuan dan anak”, katanya.

Menurutnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Pariaman, Sumatera Barat pada 2020 tercatat 8 kasus turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 18 kasus. (Lili)

Editor : Surya Hadinata

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *