banner 728x250

Penyaluran BLT Tidak Merata dan Salah Alamat, Masyarakat Datangi Kantor Bupati Agam

  • Bagikan
Warga datangi kantor bupati Agam terkait BLT
banner 468x60

Agam, (MEDGO.ID) – Bantuan Sosial yang dikucurkan Pemerintah kembali menuai polemik di tengah masyarakat. Rabu (20/05) masyarakat Selareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, beramai-ramai mendatangi kantor Bupati Kabupaten Agam. Masyarakat Menilai, pembagian BLT terdampak covid-19 di Nagari mereka banyak yang salah alamat dan tidak tepat sasaran.

Diperkirakan sekitar puluhan masyarakat Nagari Salareh Aia Timur, Empat Jorong, Subarang Aia, Koto Alam, Kampung Tangah Barat dan Kampung Tangah Timur, secara beramai-ramai mendatangi kantor Bupati Agam untuk bertemu langsung dengan Bupati Agam Indra Catri untuk menyampaikan keluhan mereka. Namun, pada saat itu hanya bisa diterima oleh Sekretaris Daerah Drs.Martias Wanto, Dt Maruhun.

banner 336x280

Martias mengatakan untuk kedepannya akan meninjau melalui Camat yang nantinya akan diteruskan ke Wali Nagari yang bersangkutan. Martias juga berpesan kalau ada ketimpangan tolong sampaikan. “Dalam kondisi wabah covid 19 ini, kita harus sabar dan teliti menerima aspirasi atau pengaduan dari masyarakat, juga dalam hal menanggapi isu yang beredar di tengah masyarakat, dan beliau mengimbau agar masyarakat bersabar, kalaupun sekarang ini tidak menerima bantuan, mungkin ditahap berikutnya,” tegasnya.

Kepada warga yang datang, Martias meminta untuk bisa mengutus tiga perwakilan melakukan dialog di Aula utama kantor Bupati Agam dengan cara tetap jaga jarak dalam aturan Covid 19 saat ini. Dan warga sepakat mengutus Ratna Juita (38) tahun, Rio Sandrigo (43) tahun dan Asnawati (53) tahun. Dalam pertemuan dengan Sekda (Sekretaris Daerah) Agam sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Agam itu warga menyampaikan kekecewaan mereka soal daftar penerima Bansos dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Daerah maupaun dari Nagari, dalam kondisi wabah covid-19 ini.

Dalam pertemuan tersebut , Ratna (38) mengeluhkan bantuan masih banyak yang tidak tepat sasaran, ditambah lagi saat ini dirinya sendiri pun belum pernah menerima bantuan. “Sementara ada orang yang mendapat bantuan, dilihat secara lahir memiliki ekonomi yang lebih. Sedangkan yang hidupnya benar benar susah malah tidak tersentuh bantuan sama sekali,” ungkapnya ke awak Media.

Ketua Umum Ormas Gerakan Pemuda Peduli Kecamatan Palembayan (GPPKP) Rusman Hakim meminta dan berharap kepada Pemda Agam merangkul Wali Nagari dan Jorong untuk mendata warga terdampak yang tidak kebagian Bantuan Sosial (BANSOS) atau Bantuan Lansung Tunai (BLT). Jangan sampai ada warga terdampak yang tidak mendapatkan bantuan pemerintah.

Wali Nagari Salareh Aia Iron Marya Edi, menjelaskan keluarga yang belum mendapat Bantuan Lansung Tunai (BLT) akan menerima Bantuan yang akan turun dari Provinsi sebanyak 287 Kartu Keluarga (KK), sedang dari Kemensos sebanyak 373 Kartu Keluarga (KK) miskin, dari Pemda Agam dan dari Nagari 237 Kartu Keluarga (KK) saat ini belum turun. Selain bantuan dari Provinsi, sebelumnya dari Dinas Sosial sudah diserahkan kepada KK miskin, Mubaligh, Garin sebanyak 538 Kartu Keluarga (KK) kurang mampu,” terangnya.

Dengan kejadian ini, Pemerintah lebih peka hendaknya terhadap masyarakat yang tidak mendapatkan Bantuan Sosial dan Bantuan Lansung Tunai (BLT). Masih banyak warga dan keluarga miskin yang belum masuk data, dan seharusnya mereka lebih layak dibantu dan mendapatkan bantuan. Dalam hal ini, keseriusan kinerja dari para pendata dan team verifikasi data Bansos juga patut diperhatikan dan dikawal, agar tidak terjadi manipulasi data dan keberpihakan kepada orang terdekat si pendata. (HF)

Editor : Surya Hadinata

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

  1. Hebat pak,,,dri kurang lebih 1000 kk di sni cmn 30 kk yg dpt BLT,pdhl sisa ny jg menanggung dmpk dri covid 19…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *