Pemko Bukittinggi Perketat Pintu Masuk Kota, Antisipasi Pemudik Bandel

  • Bagikan

Bukittinggi, (MEDGO.ID) – Volume kendaraan yang masuk ke kota Bukittinggi semakin hari semakin melonjak, mungkin saja hal ini dikarenakan saat ini sudah masuk minggu kedua Ramadhan, yang normalnya sudah mulai menjadi ajang mudik bagi warga masyarakat yang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halamannya.

Namun karena krisis kesehatan yang terjadi di Indonesia sejak Februari lalu, aktifitas mudik di larang keras oleh Pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran virus mematikan ini, agar pemudik tidak membawa virus tersebut ke kampung halaman tercintanya.

Sebagai antisipasi lonjakan pemudik yang membandel Pemko Bukittinggi Tetap waspada terhadap “pemudik gelap” yang nekat pulang kampung yang mungkin saja terjangkit dari zona merah Covid-19 dari rantaunya.

Semenjak peristiwa penangkapan 2 bus pariwisata dari Dumai, yang mengangkut 72 orang TKI dari Malaysia, sampai saat ini tidak ada lagi yang terpantau masuk kota.

Hal ini dibenarkan oleh seorang petugas Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi Hendri Donal ketika bertugas di chek point yang berada di Garegeh, Kecamatan Mandiangin Koto Salayan, Kota Bukittinggi, Rabu (06/05).

“Tadi ada mobil plat BM yang berasal dari Dumai, yang mengangkut 5 orang penumpang, tapi langsung kami suruh putar balik lagi”, ujar petugas tersebut menambahkan.

Perkembangan check point siang ini jika ditinjau dari beberapa hari sebelumnya, semenjak tadi tidak ada pengendara maupun penumpang yang bersuhu tubuh melebihi 38 derjat celcius.

Namun yang patut dipertanyakan, kenapa bus maupun mini bus dari Riau bisa lolos dan masuk ke Sumbar. Meski seketat apapun penjagaan yang dilakukan di Bukittinggi, kalau check point sebelumnya longgar tentu saja akan susah untuk mengatasi lonjakan arusnya.

“Kami tetap akan melaksanakan tugas sesuai perintah , Tim penanggulangan penyebaran Covid-19, akan selalu bersikap tegas, dan memeriksa setiap kendaraan yang lewat, kalau tidak punya KTP Bukittinggi, plat daerah lain akan disuruh balik lagi”, tutup petugas Dishub.***

Editor : Surya Hadinata

  • Bagikan
Exit mobile version