banner 728x250

Omzet UMKM Pasbar Menurun, Pelaku Usaha Butuh Bantuan Permodalan

  • Bagikan
Omzet UMKM Pasbar Menurun, Pelaku Usaha Butuh Bantuan Permodalan
banner 468x60

PASAMAN BARAT, MEDGO.ID – Dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan sekitar 18 ribu lebih Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Terbenturnya antara kebutuhan sehari-hari dengan modal usaha berdampak pada penurunan omzet.

“Banyak UMKM yang tutup karena sepi pelanggan dan terpakainya modal untuk membiayai kebutuhan sehari-hari,” kata Ade Media Putra sebagai Ketua Forum UMKM Pasaman Barat di Simpang Empat, Sabtu (28/11).

banner 336x280

Ia mengungkapkan, Pelaku UMKM yang merasakan dampak itu adalah usaha kue kering, usaha keripik roti, kerajinan rajut, perbengkelan industri ikan kering industri minuman dan industri makanan.

Ia mengatakan UMKM yang terdampak itu adalah usaha kue kering, usaha kripik roti, kerajinan rajut, perbengkelan, industri ikan kering, industri minuman dan industri makanan. Selain itu juga dirasakan oleh pedagang kecil, pedagang sayur, pedagang makanan keliling jasa dekorasi, jasa wedding

“Pelaku UMKM memprihatinkan. Omzet rata-rata UMKM ketika itu menurun drastis hingga 70 sampai 80 persen dan ada ratusan UMKM harus ditutup dan mencari usaha lain,” sebutnya.

Menurutnya dampak sangat terasa ketika awal COVID-19 pada Maret hingga bulan Agustus. Penurunan omset sangat dirasakan sekali oleh para pelaku UMKM pada saat itu dan tak banyak juga yang beralih profesi menjadi pekerjaan lain.

Ade mengatakan mulai masuk tatanan baru, UMKM Pasaman Barat kembali menggeliat karena mereka sudah bisa kembali beraktivitas atau berjualan kembali.

Sejak September, Oktober dan November UMKM di kawasan sekolah, kawasan pasar dan UMKM di kawasan wisata sudah aktif kembali, yang sebelumnya 7% sampai 50% menurun sekarang telah kembali perlahan naik .

“Pelaku UMKM butuh bantuan permodalan kembali untuk melakukan aktifitasnya lagi,” katanya.

Dalam rangka menaikkan omset penjualan, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Pasaman Barat melakukan pendampingan dan bimbingan Bagaimana menjual produk yang biasanya offline bisa melakukan promosi atau pemasaran melalui online.

Harapannya dengan menggunakan media online seperti media sosial Facebook, Instagram, WhatsApp dan sebagainya dapat membantu masyarakat untuk memasarkan produknya.

Rafa’an yang saat ini menjabat Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pasaman Barat Pasaman Barat membenarkan ribuan UMKM terdampak akibat pandemi COVID-19.

“Selain memfasilitasi Bantuan Presiden kita juga siap memfasilitasi pelaku UMKM untuk mendapatkan pinjaman permodalan,” katanya. (Asep)

Editor: Surya Hadinata

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *