Olivia Mustyka : Kuliah Online Sangat Kurang Efektif

164
Olyvia Mustyka, M. Pd., Dosen Bahasa Indonesia IAIN Bukittinggi

Dosen Bahasa Indonesia dari Institut Agama Islam Negri (IAIN) Bukittinggi, Olyvia Mustyka, M. Pd.

Seiring berakhirnya semester genap di kalangan mahasiswa, namun ada yang dirasa berbeda dari semester-semester sebelumnya. Jika pada perkuliahan standarnya melalui tatap muka, saling tegur sapa dan bahkan menjalankan adat budaya bersalaman, dengan kesan yang akrab bagi mahasiswa dan tenaga pengajar.

Namun akibat dari mewabahnya pandemi Corona yang sudah meluas sejak lima bulan yang lalu, dan memberikan dampak yang sangat dirasakan oleh seluruh kalangan. Untuk itu guna memutus mata rantai penyebaran virus yang merajalela dalam hidup manusia, semester ini dilewati dengan sebuah sistem yang berbeda dari sebelumnya, sebut saja Kuliah Online. Perkuliahan yang dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin hari semakin canggih.

Ada keuntungan yang dapat dirasakan dari Kuliah Online, seperti lebih banyak menghabisakan waktu dirumah dengan anak dan keluarga tercinta, apalagi bagi seorang dosen waktu untuk dirumah dirasa kurang, sebab sebagian besar waktu terkuras di kampus.

Namun disamping itu ada juga kekurangan yang dapat dirasakan. Perkuliahan lebih tidak efektif, materi tidak tersampaikan secara seratus persen, banyak terjadi miskomunikasi, dan yang paling dirasakan sekali susah menilai mana yang benar-benar aktif dan mana yang tidak, atau mana yang hanya sekedar mengambil alasan, terkadang memang ada mahasiswa yang sangat-sangat susah dengan jaringan tetapi karena ada kemauan makanya dia aktif diperkuliahan.

Jika dilihat-lihat memang ada beberapa daerah terpencil yang belum terjangkau oleh sinyal internet, sebab perkuliah online ini memanfaatkan jaringan internet untuk berkomunikasi menyampaikan materi dan berdiskusi, melalui beberapa media aplikasi di Handphone genggam seperti Whatsaap, Goggle Classroom, Zoom dan lain sebagainya.

Ibarat kata pepatah setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan, ini terbukti dari surat yang dikeluarkan dari sebuah perguruan tinggi seperti kampus IAIN Bukittinggi, Rektor menghimbau kepada Dosen agar memberikan dispensasi kepada mahasiswa dalam memberikan nilai.

Banyak pro dan kontra yang terjadi dikalangan mahasiswa dan dosen mengenai keefektifan kuliah online, tapi mau berkata apa keadaanlah yang membuat kita harus tabah menjalani semua situasi ini. Seperti perkataan Nadiem Makarim, secanggih-canggihnya kuliah online lebih baik perkuliahan seperti biasanya.

“Seberapapun kuat teknologi, secanggih apapun teknologi, peran guru ataupun dosen di depan kelas itu tidak bisa digantikan dengan teknologi seperti apapun”.

Harapannya dengan keadaan seperti ini jika masih ada Corona, sebaiknya tetap ada tatap muka namun dikurangi frekuensi atau waktu pertemuan saja, dan juga mengikuti protokol Covid dengan memakai masker, rajin mencuci tangan, tetap menjalankan phisical distancing dan sosial distancing, agar kita semua bisa terhindar dari wabah pandemi Corona.

Penulis : Ayu

Editor    : Surya Hadinata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here