Meski Ditengah Pandemi, Sang Guru SMK Tetap Kukuh Mendidik Anak Bangsa Lewat Karya

490
Fredrik Tirtosuryo Esoputra, S.Pd., M.Sn.

Padang Panjang, (MEDGO.ID) – Salah satu legenda Bumi Minangkabau yang ditulis dalam buku karangan Fredrik Titosuryo Esoputra, S.Pd., M.Sn., “Bancah Puti Janik”  menyiratkan pesan mendalam bagi pembacanya.

Sedikit bercerita tentang identitas penulis yang akrab disapa Amir pasca menjadi mualaf tahun 1986, sekarang Ia menetap di Kota Padang Panjang. Selain berprofesi sebagai guru Bahasa Indonesia dan Seni di SMKN 2 Padang Panjang, dan pernah mengajar di SMA 1 X Koto – Kabupaten Tanah datar, Ia juga merupakan seorang penulis buku yang aktif sejak tahun 1989. Meskipun disela-sela kesibukannya mengajar, Amir menyempatkan diri untuk menuangkan pikirannya dalam bentuk tulisan, karena memang menulis merupakan sebuah Profesi yang menurutnya bisa Ia lakukan dimana saja dan kapan saja.

Sang Guru 52 tahun ini lahir di Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara. Meski begitu, sejak mudanya Ia mengaku tertarik untuk mempelajari Budaya Alam Minangkabau. Terinspirasi dari sebuah legenda, melalui jemarinya Amir menulis sebuah kisah pilu dari sikap seorang anak yatim yang durhaka terhadap ibu kandungnya sendiri, sehingga membuat hati ibunya porak-poranda karena ulah perbuatannya dalam sebuah buku yang berjudul Bancah Puti Janik.

Sebagian kecil karya tulis Sang Guru Bahasa Indonesia dan Seni

Sang Guru mengaku kalau Ia ingin memberikan pesan moral kepada pembaca untuk bisa berbakti kepada orang tua, melalui sebuah legenda yang kembali ia kisahkan dalam sebuah karya tulis.

Sepenggal karya diatas Ia kutip dari cerita rakyat Jorong Pagu-pagu dengan Jorong Kayu Tanduk, yang terletak di kenagarian X Koto, Kabupaten Tanah Datar – Provinsi Sumatra Barat, yang masih dapat di kunjungi hingga saat ini karena memang legenda tersebut sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat Miinangkabau.

Bukan hanya itu, tak terhitung berapa buku yang sudah Ia terbitkan, seperti Bundo Kanduang Meratapi Ranah Minangkabau, Mentari Pagi, Pengantar Ilmu Pendidikan, Mari Berhitung, dan masih banyak yang lain. Dan bahkan menurut bocorannya, ada buku baru yang tengah Ia tulis dan akan diterbitkan dalam waktu dekat ini.

Fredrik menghimbau kepada seluruh penulis yang ada ditanah air, yang terpaksa harus menjalankan kebijakan pemerintah dalam mempercepat penanganan C-19 seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ataupun Lockdown, agar tetap berkarya meski dirumah demi mendidik dan mencerdaskan putra putri bangsa. “Meski kita tengah menjalani PSBB, karya tulis kan tidak harus di lockdown, mari kita cerdaskan putra-putri bangsa melalui karya tulis, mumpung lagi di rumah”, ujarnya sembari tersenyum mengakhiri pembicaraan dengan Medgo.id. (Ayu)

Editor : Surya Hadinata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here