banner 728x250

Kecelakakan di Pariaman Tewaskan Ibu dan Anak Berumur 9 Tahun

  • Bagikan
menyelidiki kasus kecelakaan di Kecamatan Aua Malintang Kabupaten Padang Pariaman
banner 468x60

PARIAMAN, MEDGO.ID – Kepolisian Resor (Polres) menyelidiki kasus kecelakaan di Kecamatan Aua Malintang Kabupaten Padang Pariaman yang menewaskan Ibu dan Anak, Kota Pariaman, Sumatra Barat, kamis (17/12).

“Saat ini masih tahapan penyelidikan karena sampai sekarang saksi dan keluarga korban belum bisa hadir ke Kantor Satlantas Pariaman” kata Kepala Satlantas Polres Pariaman Iptu M. Sugindo melalui Kepala Unit kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Pariaman Ipda Afrizal Sahar di Pariaman.

banner 336x280

Ia mengatakan Kronologi peristiwa tersebut yaitu truk merek Isuzu TX dengan nomor Polisi BA 8007 AX sopir Syafrudin (71) yang membawa alat berat berupa mesin gilas aspal melintasi jalan turunan menuju Kecamatan Sungai Garinggiang.

“Korban bernama Fitri Nelza (43) dan Masfi Heriandi (9) yang merupakan warga Nagari lll Koto Aur Malintang Selatan”, kata Kapolres lV Koto Aua Malintang, Ipda Sudirman di lV Koto Aua Malintang, Senin.

Sebelumnya Ibu dan Anak yang tinggal di kecamatan Aua Malintang, Kabupaten Padang Pariaman tersebut tewas ditabrak oleh truk yang membawa alat berat di Daerah itu sekitar Pukul 14.00 WIB.

Hingga saat ini pihaknya belum bisa menetapkan tersangka atas kasus kecelakaan, meskipun Satlantas Pariaman belum menetapkan tersangka namun pihaknya tetap mengamankan sopir truk Syafrudin (72) tersebut dan meminta keterangan yang terkaitnya kecelakaan itu.

Ia mengungkapkan saat meminta keterangan dari saksi diketahui bahwa truk bermerek Isuzu TX dan Nomor Polisi BA 8007 AX tersebut yang sebelumnya dimiliki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan dimiliki oleh warga asal Sumatera Utara (Sumut).

“Dari tangan Sumut tersebut truk ini dibeli sekitar tahun 2000 an oleh pelaku, jadi pak syafrudin ini adalah pihak ketiga”, katanya.

Meskipun truk tersebut telah berpindah tangan, namun hingga sekarang keterangan pajaknya masih dari Dinas PUPR Sumbar sehingga masih plat merah dan SNTK Aktif hingga 2024 yang uang pembayaran pajak berasal dari pelaku, hal tersebut didukung oleh keterangan pelaku yang merupakan pensiunan dari Dinas PUPR Sumbar.

“Truk itu sebenarnya tidak layak jalan namun masih digunakan oleh pelaku”, ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia Satlantas Polres Pariaman akan menindaklanjuti ke Dinas PUPR Sumbar untuk memastikan keterangan dari pelaku.

Ia menambah pasal yang akan diterapkan yaitu Pasa 310 ayat (4) UU LLAJ karena akibat kelalaian pengemudi yang mengakibatkan kecelakaan Lalu Lintas dan korban meninggal dunia dengan ancaman hukum maksimal Enam Tahun Penjara.(Lili)

Editor : Surya Hadinata

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *