banner 728x250

Kebaktian Natal 2020 di Kota Bukittinggi Berjalan Aman dan Kondusif

  • Bagikan
banner 468x60

BUKITTINGGI, MEDGO.ID — Kepadatan arus lalu lintas sangat padat merayap di kota Bukittinggi pada malam natal hingga hari ini (25/12). Namun hal ini sudah pemandangan biasa di Bukittinggi menjelang pergantian tahun, karena Kota Bukittinggi memang merupakan kota destinasi wisata yang kaya akan sejarah dan tempat-tempat wisata yang bahkan menjadi tujuan wisata oleh wisatawan dari mancanegara.

 

banner 336x280

Menyikapi keramaian pada hari besar Umat Kristiani yang jatuh pada 25 Desember ini, Polres Bukittinggi bekerjasama dengan Kodim 03/04 Agam dan  3 Ormas lainnya, yakni Pokdar Kamtibmas, Senkom dan Laskar Merah putih. Mulai dari gencar memberi himbauan terhadap pemilik cafe agar terap mematuhi Prokes,  sampai himbauan lisan melalui pengeras suara di jalan.

 

Gabungan tim Pam Nataru Bukittinggi ingatkan pemilik Cafe untuk tetap patuhi Prokes
Gabungan tim Pam Nataru Bukittinggi ingatkan pemilik Cafe untuk tetap patuhi Prokes

 

Untuk pengamanan sendiri, Polres Bukittinggi menempatkan personil gabungan di  dua Gereja besar di Bukittinggi, yakni Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang terletak di Jalan Moh.Syafei dan Gereja Santo Petrus Claver yang terletak di Jalan Jendral Sudirman Guguak Panjang guna mengantisipasi gangguan keamanan yang mungkin saja terjadi.

 

Namun hingga kebaktian natal umum dan pertama yang berlangsung Jum’at pagi (25/12), acara keagamaan  yang berjemaat 100 orang di masing-masing gereja ini berjalan aman dan kondusif, baik dilihat dari kepatuhan jemaat terhadap protokol keamanan maupun protocol kesehatan sebagaimana yang di atur dalam maklumat Kapolri Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Prokes pada libur Nataru dan Perda Sumbar Nomor 6 Tahun 2020 Tentang AKB ( Adaptasi Kebiasaan Baru).

 

Hal ini tentu saja tak lepas dari kesadaran Masyarakat, Terutama Masyarakat Minang yang ada di Bukittinggi. Cerminan Bhineka Tunggal Ika yang ada pada lambang Burung Garuda yang menjadi lambang Negara Republik Indonesia ditunjukan oleh Masyarakat Minang  dalam tingginya Toleransi antar umat beragama, yang merupakan wujud kecintaan masyarakat Minangkabau terhadap NKRI. (Ayu)

 

Editor : Surya Hadinata

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *