Gerindra digeser PKS Dalam Survey Elektabilitas Partai di Sumbar

103
Gerindra digeser PKS Dalam Survey Elektabilitas Partai di Sumbar

PADANG, MEDGO.ID – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar 2020, survei Voxpol Centre Research and consulting menemukan elektabilitas partai yang paling banyak diminati warga Sumbar yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“PKS kini memimpin dengan persentase perolehan 20,3 % diikuti Gerindra pada peringkat kedua dengan perolehan 13,8 % dan Demokrat 12,4 %,” kata Pangi Sarwi selaku Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting melalui siaran pers di Padang, Senin (30/11).

Sementara elektabilitas Golkar 5,8 % , PAN 5,0 % , Nasdem 4,8 % , PKB 3,1 % , PDIP 2,0 %, lainnya 2,9 %, tidak memilih 0,3 % , rahasia 13,6 % dan tidak tahu atau tidak jawab 16,0 %.

Dalam pelaksanaan survei ini, Pangi mengatakan survei digelar pada 02-12 November 2020 dengan Metode Multistage Random Sampling dengan toleransi kesalahan lebih kurang 3.47% pada tingkat kepercayaan 95%.

Sasaran populasi survei ini adalah yang berusia 17 tahun keatas atau sudah menikah yang telah memiliki hak pilih ketika di survei, yang merupakan warga Sumbar tersebar di 19 Kota/Kabupaten di Sumatera Barat.

Dari populasi itu, diambil sampel untuk menjadi responden sebanyak 800 orang diambil secara berimbang laki-laki dan perempuan.

Untuk mendapatkan data dari responden dilakukan wawancara oleh surveyor profesional dan quality control sebanyak 20% total jumlah sampel secara acak, dengan cara mendatangi kembali responden yang terpilih dan mengonfirmasi ulang.

Pangi menjelaskan dampak langsung menurunnya elektabilitas partai di daerah karena perkembangan isu-isu politik nasional yang tergabung dalam koalisi pemerintah, cenderung kebijakan tidak populis dan berujung pada sentimen negatif

Partai selama ini yang kebijakannya berseberangan dengan partai koalisi pemerintah, terlihat cukup berhasil dengan momentum populisme, seperti mengelola sentimen rakyat, dan mengambil posisi tegas membela rakyat (Agregasi), sehingga mendapat bonus elektoral seperti dialami oleh PKS dan Partai Demokrat.

“Salah satu yang menggerus elektabilitas Gerindra adalah sikap politik Gerindra banting stir bergabung pada pemerintahan Jokowi dengan menempatkan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan, selain memang belakangan ada beberapa kasus korupsi yang mulai menjerat kader Gerindra,” Ujar Pangi.

Sementara itu, pergeseran elektabilitas partai politik di Sumbar tidak memiliki korelasi yang positif terhadap pilihan calon gubernur yang diusung partai terkait dalam Pilkada 9 Desember mendatang.

“Hipotesisnya sebagian mengatakan bahwa pengaruh figur kandidat justru lebih dominan mempengaruhi pemilih dalam memutuskan pilihan politiknya,” kata dia.

Sementara itu, tergerusnya elektabilitas Partai Gerindra juga sedikit banyaknya berdampak pada kandidat yang diusung, apalagi pasangan Cagub – Cawagub hanya diusung oleh satu partai yakni Partai Gerindra. Sehingga tanpa koalisi dengan partai lain berdampak pada tidak adannya dukungan insentif elektoral dari partai politik lainnya.(Asep)

Editor: Surya Hadinata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here