banner 728x250

Curhat Seniman Sumbar Pasca Kebijakan PSBB

  • Bagikan
Suasana saat wawancara dengan Ted Ramnez, Minggu (21/06)
banner 468x60

Agam (MEDGO.ID) – Di tengah kesepian melanda, musik adalah salah satu cara untuk mencairkan suasana sepi. Namun saat Covid-19 melanda  seluruh kalangan masyarakat, para seniman musisi lokal pun mengaku kesulitan dengan ekonominya, karena tidak bisa lagi menghibur masyarakat dan mengais pundi-pundi Rupiah karena tidak bisa manggung.

Ted ramnez (48) selaku seniman musisi penyanyi minang reggae asal Minangkabau yang tepatnya beralamat di Padang Laweh, Kec. Sungai Pua, Kab. Agam mengeluhkan dampak ekonomi yg dialaminya bersama rekan-rekan sesama seniman.

banner 336x280

“Peristiwa covid-19 dimulai bulan maret, dari bulan maret sampai sekarang, rata-rata para seniman musisi yang ada di bukittinggi atau sumbar secara keseluruhan memiliki permasalahan yang sama, sampai sekarang masih belum bisa mendapatkan apa-apa dari nilai karya seninya, mereka lebih banyak diam di rumah, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan, itu yang saya rasakan dan juga para rekan-rekan lainnya, terbebani akibat kebijakan pemerintah seperti PSBB dan kebijakan lainnya”. Ujar pelantun lagu Cita-Cita Bukittinggi ini disela-sela aktifitasnya Minggu siang(21/06).

“Sebelum pandemi rata-rata kita setiap minggu ada manggung, jadi sebulan bisa empat atau lima kali, selama PSBB diterapkan tidak ada sama sekali aktifitas manggung. Akibat hal tersebut kami tidak bisa aktif, Karena jika tetap dilakukan akan ada teguran dan sanksi yang diberikan”. Ujarnya lagi.

Ted Ramnez, Musisi Minang Reggae

Bagi Ted Ramnez, Pandemi sangat berdampak sekali. Pasalnya, dalam bidang musik beliau tidak bisa berkarya, begitu juga dengan bisnis kuliner yang yang Ia kelola.

“Keluh kesah saya otomatis dibidang pendapatan, karena bukan bertambah malah berkurang, kita para Entertainer mencari pendapatan di tengah keramaian dan itu menjadi masalah di masa PSBB, hal tersebut bukan saya saja yang merasakan, banyak dari seniman tari, musik, orgen tunggal itu mengeluh hal yang sama, tidak ada pemasukan”. Tukas Ramnez.

Pemerintah sendiri tidak bisa memberikan bantuan kepada para seniman secara organisasi tapi bisa hanya melalui bantuan BLT (Bantuan Langsung Tunai), itu pun jika masuk dalam kategori penerima bantuan. Namun, secara langsung seniman tidak ada mendapat bantuan.

“Kalau dalam posisi ini, kita tidak bisa menyalahkan pemerintah secara keseluruhan, mereka pun juga kaget atau tidak siap, ini menjadi pelajaran karena kita tidak tau kapan musibah seperti ini akan terjadi lagi, harusnya pemerintah mempunyai solusi untuk organisasi atau kelompok-kelompok seperti seniman, jadi kita yang terpapar ini bisa juga terpenuhi kebutuhan yang tidak sedikit” Keluhnya lagi.

“Saya harap masyarakat bisa bersabar, Insyaallah kebutuhan akan kembali bisa diusahakan. Karena kita sudah masuk masa  New Normal, semoga ada solusi dari pemerintah untuk pemulihan ekonomi”. Tukasnya lagi sembari mengakhiri wawancara dengan Medgo.id (Rahmi).

Editor : Surya Hadinata

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *