Bukitittinggi Keluar Dari PSBB, Sekolah Kembali Dibuka Awal Juli

  • Bagikan
Forkopimda ketika jumpa pers di Balikota Bukittinggi, Rabu sore(27/05)

Bukittinggi, (MEDGO.ID) – Setelah terlaksananya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga periode mencapai dua kali di Kota Bukittinggi, banyak efek samping yang dirasakan warga masyarakat dari berbagai segi kehidupan, terutama dalam aspek ekonomi.

Dapat tersimpul dari rapat yang diadakan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bukittinggi yang dilakukan pada 15 maret silam, sebanyak 80 persen perekonomian kota Bukittinggi mengalami kehancuran. Juga dari segi pendidikan semua siswa baik mahasiswa tidak bisa mengenyam pendidikan sebagaimana mestinya akibat dari pandemi Covid.

Setelah melakukan Video Conference (V-Con) bersama Gubernur Sumatera Barat, Bukittinggi menyatakan keluar dari PSBB. Beberapa cara yang sudah dipersiapkan Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi untuk pelaksanaan New Normal yang akan dimulai pada awal juni mendatang, diantaranya;

Pertama, Dibidang pendidikan tidak semuanya kembali bersekolah, yang belum diperbolehkan masuk dimulai dari Paud, TK, kelas 1 dan 2 SD. Sebelumnya seluruh guru harus di swab test terlebih dahulu, dan tetap melaksanakan standar Covid. Seluruh sekolah harus di semprot menggunakan cairan desinfektan, menjaga jarak dengan muatan 1 lokal berjumlah 14 orang, wajib menggunakan masker, jam belajar disekolah dikurangkan, dan mengajarkan antisipasi virus.

Untuk waktu belajar di sekolah tidak ada jam istirahat, masa belajar dalam satu hari hanya akan berlangsung selama 3,5 jam dan setelah itu para murid diperkenankan untuk langsung pulang.

Kedua, Dibidang pariwisata tidak ada pemasukan sama sekali dari bulan Maret sampai April, untuk itu destinasi wisata di Kota Bukittinggi kembali dibuka. Contohnya Kebun Binatang, sebelum akan membeli tiket pengunjung harus mencuci tangan dahulu, melakukan uji suhu tubuh, dan tetap wajib masker.

Ketiga,  Untuk penginapan, pengunjung dari luar daerah dipersilahkan datang ke Bukittinggi, tapi harus memakai surat keterangan sehat, juga karyawan hotel wajib melakukan rapit test, dan tetap melaksanakan jaga jarak (Social Distansing).

Keempat, Jika dari sektor perdagangan, besok akan diatur kembali bersama pengurus pasar.

Kelima,  Bagi pengunjung dari luar daerah, akan dilakukan razia KTP dan masker, juga ada beberpa ruah jalan di kota Bukittinggi yang akan ditutup.

Keenam, Ketentuan untuk sholat jemaah besok akan diundang pengurus mesjid dan Dai-dai untuk membicarakan lebih lanjut mengenai ketentuan sholat, dan juga wajib menjalankan standar Covid, melakukan wudhu dirumah, dan membawa sajadah sendiri.

Ketujuh. Untuk cafe dan tempat-tempat minum juga akan dibuka kembali, namun petugas-petugas cafe harus melakukan rapit test.

Bukittinggi merupakan daerah pertama yang menyatakan keluar dari PSBB, dan ada beberapa daerah lain yang mengikuti. “Sepanjang masyarakat mau memakai masker, Insya’Allah akan terhindar dari Covid”, tukas Walikota Bukittinggi ketika melakukan jumpa pers di Aula Balaikota Bukittinggi, Rabu (27/05).

Semua Forkopimda sudah melaksanakan rapat, bahwa Bukittinggi akan sepakat keluar dari PSBB, dan pelaksanaan New Normal ini akan dimulai sejak 1 Juni mendatang, namun untuk sekolah akan dimulai dari awal bulan juli. (Ayu)

Editor: Surya Hadinata

  • Bagikan
Exit mobile version