Bawaslu Mencatat 103 Pelanggaran Terjadi Pada Pemilu 2020

34
Ketua Bawaslu Sumatera Barat Surya Efitrimen

PADANG, MEDGO.ID—Sebanyak 103 pelanggaran pilkada tercatat oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Barat (Sumbar), pelanggaran terjadi baik di Pilgub Sumbar maupun Pilkada Kota, Kabupaten hingga (25/11) kemarin.
 
Dari 103 pelanggaran terdiri dari 80 kasus temuan Bawaslu di lapangan dan 23 dari laporan masyarakat.
 
Ketua Bawaslu Sumatera Barat Surya Efitrimen mengatakan. “Seluruh kasus telah diproses sesuai aturan dan ditemukan 70 pelanggaran dan bukan pelanggaran Pilkada sebanyak 33 kasus”, katanya di Padang, Sabtu (28/11).
 
Ia juga merincikan, untuk pelanggaran terhadap undang-undang ada 48 kasus. Pelanggaran pidana ada 24 kasus, 19 kasus pelanggaran administrasi dan 12 kasus pelanggaran etik.
 
Sementara untuk pelanggaran pidana, terdapat dua kasus yang telah diputuskan pengadilan, yaitu di Kabupaten Pasaman Barat dan Kota Sawahlunto. Kedua kasus ini dilakukan oleh oknum Wali Nagari atau Kepala Desa.
 
Pelanggaran di Kabupaten Pasaman Barat diputus bersalah dan diberi sanksi Rp 5 juta, kurungan subsider lima bulan kurungan. Sementara di Kota Sawahlunto, oknum Kepala Desa diputus pengadilan bersalah dan diberi sanksi Rp 1 juta subsider satu bulan kurungan. Karena kedua oknum tersebut menguntungkan salah satu Paslon.
 
Bawaslu juga berusaha menegakkan integritas, kredibilitas, dan transparansi penyelenggaraan, serta akuntabilitas hasil Pilkada. (Achi)

Editor : Surya Hadinata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here